Salah satu dari keinginan saya yang sampai saat ini belum terwujud adalah berkunjung ke Sawarna. Terkesan mainstream memang, karena saat ini Sawarna sering menjadi buah bibir di kalangan wisatawan terutama di dunia maya. Sawarna merupakan sebuah desa yang terletak di kabupaten Lebak provinsi Banten yang pantainya berhadapan langsung dengan laut selatan Indonesia. Dan pertanyaan yang akan saya coba jawab disini adalah apa yang istimewa dari Sawarna sehingga membuatnya menjadi destinasi wisata yang banyak diminati saat ini khusunya bagi saya sendiri?
- Monday, August 19, 2013
- Section: 7 Wonders Terios, Backpacker, Banten, Blogdetik, Daihatsu, Pantai, Photography, Sawarna, travelling, wisata pantai
- Comments (20)
- Permalink
Sawarna, Surga dari Selatan Pulau Jawa
Salah satu dari keinginan saya yang sampai saat ini belum terwujud adalah berkunjung ke Sawarna. Terkesan mainstream memang, karena saat ini Sawarna sering menjadi buah bibir di kalangan wisatawan terutama di dunia maya. Sawarna merupakan sebuah desa yang terletak di kabupaten Lebak provinsi Banten yang pantainya berhadapan langsung dengan laut selatan Indonesia. Dan pertanyaan yang akan saya coba jawab disini adalah apa yang istimewa dari Sawarna sehingga membuatnya menjadi destinasi wisata yang banyak diminati saat ini khusunya bagi saya sendiri?
- Thursday, March 14, 2013
- Section: Backpacker, Kepulauan Seribu, Photography, Tidung, travelling
- Comments (11)
- Permalink
Backpacker-an Asyik ke Pulau Tidung
![]() |
| Jembatan Cinta |
Jauh jauh hari saya dan beberapa teman
merencanakan sebuah perjalanan dalam rangka liburan semester. Akhirnya
diputuskan bahwa 26 januari 2012 rencana tersebut dilaksanakan dengan tujuan
wisata Pulau Tidung. Mengapa pulau tidung? awalnya kami bingung
menentukan tujuan wisata namun setelah melakukan berbagai penelusuran melalui
internet kami tertarik dengan pulau tidung yang sering kali menjadi buah bibir
di kalangan backpacker. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami
memutuskan Pulau Tidung menjadi tujuan kami untuk liburan. (Penting: Mencari
informasi mengenai lokasi yang akan dituju melalui internet)
Akhirnya pada tanggal yang telah
ditentukan, berangkatlah kami dengan modal nekat dan bekal informasi dari
internet. Dari Depok saya berangkat naik kereta menuju stasiun kota yang
menjadi lokasi meeting point kami. Dari stasiun kota kami bergegas mencari
angkutan umum menuju muara Angke demi mengejar jadwal keberangkatan kapal
menuju pulau Tidung pukul 7 pagi. Tanpa
kendala, sampailah kami di muara Angke dengan tergopoh-gopoh kemudian langsung
naik ke kapal bersangkutan. Jam 7 lewat
kapal belum juga berangkat. Ternyata hal yang kami tidak tahu sebelumnya
adalah bahwa biasanya bulan januari hingga februari cuaca laut di kepulauan
seribu sangat berangin dan menyulitkan pelayaran sehingga jadwal keberangkatan
kapal tertunda hingga cuaca membaik. Hal ini membuat kami menunggu berjam-jam,
hingga akhirnya cuaca membaik sekitar pukul sebelas siang kapal pun berangkat. Tarif
kapal dari muara Angke ke pulau Tidung Rp 33.000,- (Penting: Cek cuaca di
lokasi wisata sebelum keberangkatan)
Pulau Tidung merupakan salah satu pulau
dari gugusan pulau-pulau di kepulauan Seribu. Pulau ini mudah diakses, karena
selain lokasinya di Jakarta, transportasi menuju kesana juga relatif murah.
Pulau Tidung terdiri dari dua pulau yang berdekatan yaitu Tidung besar dan
Tidung kecil, kedua pulau tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan yang
disebut jembatan cinta. Jembatan ini merupakan salah satu spot yang menjadi
tempat favorit wisatawan. Pulau Tidung besar dihuni oleh penduduk, sedangkan
tidung kecil tidak berpenghuni dan kerap kali dijadikan lokasi untuk berkemah.
Banyak hal seru yang dapat dilakukan di pulau yang indah ini seperti snorkeling,
diving, banana boat, memancing, bersepeda keliling pulau, tracking pulau
tidung kecil, outbond, barbecue dipinggir pantai, lompat dari jembatan
cinta, atau sekedar duduk-duduk di jembatan cinta menikmati sunrise dan sunset
yang menawan.
Sayangnya kami kesana bukan saat weekend
sehingga tempat wisata tersebut sepi.
Hanya ada beberapa wisatawan saja, berbeda dengan hari sabtu dan minggu
hari dimana pulau Tidung biasanya dipadati pengunjung. Sisi baiknya kami bisa
menikamati pulau Tidung seperti pulau kami sendiri J. Kami disana lumayan lama
yaitu 4 hari 3 malam. Cukup puas untuk meng-explore keindahan 2 pulau
tersebut. Awalnya saya merasa takjub juga, ternyata ada sisi lain dari Jakarta
yang tidak banyak diketahui orang. Jauh dari image kota metropolitan,
kemacetan, polusi, dan hal lainnya yang membuat kita gerah. Laut jernih dengan
biota laut yang indah, dan segala hal yang membuat kita enggan kembali kepada
rutinita.
![]() |
| Snorkeling |
![]() |
| Senja |
![]() |
| Anak-anak pulau |
Tulisan ini pernah dimuat di:
http://www.travel.diengplateau.com/2012/04/4-hari-3-malam-di-pulau-tidung.html
http://www.travel.diengplateau.com/2012/04/4-hari-3-malam-di-pulau-tidung.html
- Thursday, January 5, 2012
- Section: #jogja, #liburanjogja1, Backpacker, fotografi, Indonesia, Photography, travelling
- Comments (46)
- Permalink
J.O.G.J.A
J.O.G.J.A Amemayu Hayuning Bawana ![]() |
| Gulali, replika sego kucing, dan hal lain yang membuatnya istimewa :) |
Jogja.. Jogja.. tetap istimewa…
Istimewa negerinya… istimewa orangnya…
Jogja.. Jogja.. tetap istimewa..
Jogja istimewa untuk Indonesia… (2x)
Istimewa negerinya… istimewa orangnya…
Jogja.. Jogja.. tetap istimewa..
Jogja istimewa untuk Indonesia… (2x)
(Jogja istimewa- Jogja hiphop foundation)
Segitunya kah? Iya emang segitunya!!
Saya bukan orang Jogja, bahkan tak ada satupun keluarga di Jogja. Yang saya tahu tentang Jogja adalah bahwa Jogja itu daerah istimewa dan di buku geografi sering disingkat DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), tapi yang bikin saya bingung mengapa banyak orang yang nyebutnya “Jogja” padahal jelas-jelas DIY bukan DIJ. Tapi yasudahlah apapun sebutannya yang jelas istimewa. Secara pribadi saya juga lebih suka menyebutnya Jogja, tidak alasan selain karena easy listening. Meskipun tidak ada hubungan apa-apa dengan kota yang banyak sebutannya ini tapi entah kenapa pada saat pertama kali datang ke Jogja rasanya ada setangkup haru dalam rindu seperti yang diungkapkan oleh Katon Bagaskara dalam lagunya “Yogyakarta”. Sebelum datang ke Jogja, bayangan saya tentang kota ini mungkin tidak jauh beda dengan kota-kota lain di Indonesia. Namun ketika pertama kali turun menginjakkan kaki di Stasiun Tugu, semua itu berubah. Entah karena apa, tetapi saya rasa itu karena atmosfir Jogja berbeda. Ya, saya menyukai Jogja karena suasananya yang tak ada di Jakarta maupun kota-kota lainnya, di mana andong, becak saling berjajar, pedagang kaki lima, pengamen dan tentunya masyarakat Jogja yang sangat santun dan berbudaya. Sesuai dengan motonya daerahnya: "Amemayu hayuning bawana" yang artinya mengalir dengan hembusan alam, Jogjakarta adalah kota yang mampu menghidupkan tradisi di zaman modernisasi.
Tidak berlebihan jika rasanya menjuluki Jogja sebagai kota seribu wisata, di mana kita bisa mencari segala macam obyek wisata ada di sana. Mulai dari museum, candi, pantai, gunung, gua, sungai, bahkan saya berpikir setiap daerah di Jogja itu merupakan obyek wisata, karena suasananya. Saya ingin mengunjungi obyek wisata di Jogja yang tidak ditemukan di kota lain tentunya, yaitu pertama adalah kawasan Malioboro sampai Keraton. Malioboro dan Keraton adalah wajah Jogja, belum ke Jogja jika tidak mengunjungi kedua tempat tersebut. Suasana di Malioboro tidak dapat dijumpai di kota lain manapun. Di tambah dari sisi historinya, dimana dulu Jogja pernah menjadi pusat pemerintahan republik ini. Hal itu yang membuat Jogja Istimewa. Buat yang belum pernah ke Jogja, sekedar informasi saja Malioboro itu cuma jalan trotoar. Ya, cuma jalan trotoar!! Terus apa yang membuatnya begitu terkenal?? Suasananya! Gak akan bisa ditemuin dimanapun.
Tempat lain yang ingin saya kunjungi adalah Hidden Paradise Gunung Kidul, sebuah tempat terpencil di Jogja. Gunungkidul mempunyai obyek wisata yang masih belum terkenal sehingga masih sangat alami. Selain pantai yang berpasir putih dikelilingi bukit-bukit kapur, kabarnya banyak juga gua-gua vertikal yang ada di sana. Ditambah lagi suasana desanya yang alami, di antara batuan kapur dan hutan jati. Saya ingin sekali.
Selain itu, saya pikir obyek wisata yang menarik yang ingin saya kunjungi adalah di daerah pegunungan di kaki merapi. Ingin sekali melihat secara langsung gunung berapi yang sampai saat ini masih aktif itu. Selain wisata gunungnya, sangat menarik sepertinya mengunjungi kebun-kebun salak dan agrowisata di daerah Sleman.
Tentunya, Jogja sebagai kota wisata atau kota tujuan wisata mempunyai kekurangan dalam fasilitas maupun pelayanannya. Di antaranya adalah tata ruang kota yang masih kurang rapih, ditambah lagi volume kendaraan bermotor yang semakin padat membuat kawasan Malioboro dan sekitarnya menjadi terlihat kumuh dan sering macet. Selain itu juga sangat minim sekali akses dan informasi menuju obyek-obyek wisata yang ada di daerah seperti di Gunung Kidul. Sehingga banyak dari kita yang tidak tahu jika ada obyek wisata menarik di sana.
Kenapa harus memilih saya? Simple saja, karena saya cinta Jogja. Dan meskipun bukan orang Jogja, saya sering menjadi tempat bertanya teman-teman yang ingin berlibur ke Jogja (sombong :p). Satu hal yang ingin saya katakan, mungkin sekarang di berbagai daerah sudah menjamur toko-toko yang menawarkan baik itu kerajinan, makanan, dan hal lainnya yang khas Jogja, namun dengan membeli itu semua kita tetap tidak akan pernah bisa mendapatkan “atmosfir Jogja” selain di Jogja itu sendiri. makanya dateng ke Jogja!! Percayalah percayalaaah :)
ini beberapa foto random hasil jepretan di Jogja. jangan ngiler yaa :p
| Tidak pernah ada pengamen sekeren ini! (Malioboro) |
| Deretan becak di sepanjang jalan |
![]() |
| Sepanjang Jalan Kaliurang (JAKAL) |
| Malioboro malam hari |
![]() |
| Pantai Siung.
(Karena banyak komen dari temen-temen yang tertarik untuk liburan ke Jogja, maka dibawah ini saya share sedikit pengalaman saya disana, semoga membantu ^^)
Saya berangkat dari Depok menggunakan bis Sinar jaya ongkosnya Rp. 75.000 (juni 2011) itu udah kelas bisnis lho. Kata temen saya yg paling murah itu naik kereta ekonomi ongkosnya cuma Rp. 35.000 cocok bwt yg suka backpacker. Untuk penginapan saya tinggal di tempat teman (mahasiswa suka yg gratis :p). Untuk tarif penginapan di Jogja sangat bervariatif. Di sekitar Malioboro ada yang 80rb/malam. Teman saya ada pernah dapat penginapan yang sangat murah 45rb/malam tapi itu di daerah Pasar Kembang (tau lah image lokasi tersebut). Intinya You get what you pay :) Jogja itu gak bakal puas dijelajahi sehari dua hari!! makanya mendingan tinggal agak lama disana. Apalagi buat mahasiswa mahasiswa yang liburan panjang. Lebih baik ngekos! Di daerah Sendoro ada kosan yang cozy banget. Tarifnya 700rb/bulan, dan itu udah include kamar mandi dalam (WC duduk), AC, free Wi Fi, dan tempatnya bersih. gak beda jauh ama hotel. Asik banget kan liburan 1 bulan penuh di Jogja! bisa ngubek2 sepuasnya!
Untuk kendaran umum memang agak sulit di Jogja. Terutama untuk malam hari. Paling mudah menggunakan Transjogja yang konsepnya sama dengan transjakarta, dengan 3rb saja kita udah bisa keliling Jogja! beroperasinya sampai jam 9 malam kalau tidak salah. Untuk lokasi-lokasi yang sulit dijangkau kendaran umum, lebih baik menggunakan Taxi, Taxi di Jogja bisa di nego diawal hehehe.
Untuk makanan, di Jogja kita dijamin gak bakal kelaparan. Harganya lumayan miring dibandingkan di Jakarta dan kota besar lainnya. Makanan yang paling murah adalah sego kucing, harganya seribu rupiah! Jogja kayak akan kuliner. Jadi menurut saya rugi banget kalau di Jogja makannya KFC atau McD atau Hokben atau hal lainnya yang notabenenya bisa ditemuin dimana-mana. Coba sesekali makan di angkringan and feel the Jogja atmosphere :)
salah satu tempat makan yang saya kunjungi di Jogja adalah The house of Raminten, disana kita tidak hanya disuguhkan makanan yang lezat tapi juga suasana sakral khas jawa. Bau kemenyan, gamelan jawa, interiornya, kostum pelayannya, pokoknya Recomended bgt! :) Sebenarnya banyak tempat makan yang saya kunjungi seperti Lumpia boom, tempat mpek2, tapi saya lupa namanya. hehehe *maafkansayateman*
Berhubung saya adalah penikmat kuliner saya hampir menyukai semua makanan khas jogja entah itu bakpia pathok, pia-pia, dll. tapi yang paling saya suka adalah gulali yang dijual abang-abang di malioboro (langka lho), dan rujak es krim yang suka mejeng di pinggir jalan.
Jogja, everyday is holidaaaaaaay!!! ^^
|
mentarinadya. Powered by Blogger.




.jpg)


